Makna Tersirat Dari Ibadah Wukuf Di Padang Arafah Saat Haji

Makna Tersirat Dari Ibadah Wukuf Di Padang Arafah Saat Haji

Makna Tersirat Dari Ibadah Wukuf Di Padang Arafah Saat Haji – Salahsatu  rukun haji yang tidak boleh terlewatkan saat berhaji  yaitu melaksanakan wukuf di Paadang Arafah. Pelaksanaan wukuf saat haji yaitu pada tanggal 9 Dzulhijjah.

Jemaah yang tidak mengerjakan wukuf di padang Arafah, ibadah hajinya tidak sempurna atau tidak sah. Wukuf juga merupakan puncak ibadah haji.

Secara umum, wukuf adalah berdiam diri di padang Arafah. Namun pada saat melaksanakan wukuf jemaah tidak berdiam diri saja.

Pengertian Wukuf

Wukuf adalah salahsatu rukun dalam ibadah haji. Dalam bahasa Arab wukuf berarti “berhenti”.

Wukuf bisa bermakna sebagai berhentinya aktivitas jemaah yang melaksanakan ibadah haji untuk berdiam diri di padang Arafah.

Pada saat pelaksanaan wukuf, seluruh jemaah akan bermalam di tempat suci dan bersejarah tersebut. Wukuf juga merupakan inti dari ibadah haji.

Tidak heran jika wukuf menjadi satu di antara rukun yang mendapatkan penekanan untuk dijalankan. Tanpa melakukan wukuf, ibadah haji bisa tidak sah.

Pelaksanaan wukuf yaitu pada tanggal 9 Zulhijah, sejak matahari sudah tergelincir atau bergeser dari tengah hari (pukul 12 siang).

Hari pelaksanaan wukuf juga banyak orang menyebutnya dengan hari Arafah.

Hari Arafah begitu istimewa sebab pada hari tersebut Allah Swt. beserta para malaikat menyaksikan hamba-Nya yang berkumpul di padang Arafah.

Sebagaimana Nabi Muhammad menyampaikan pada hadis berikut ini:

“Tidak ada satu hari yang lebih banyak Allah memerdekakan hamba dari neraka pada hari itu daripada hari Arafah. Dan sesungguhnya Allah mendekat, kemudian Dia membanggakan mereka (para hamba-Nya yang sedang berkumpul di Arafah) kepada para malaikat. Dia berfirman: ‘Apa yang dikehendaki oleh mereka ini?'” (HR Muslim nomor 1348, dari Aisyah).

Pelaksanaan Ibadah Wukuf

Pelaksanaan ibadah wukuf banyak menyebutnya sebagai cerminan peristiwa di Padang Mahsyar. Keduanya mempunyai kesamaan, sama-sama mengumpulkan banyak umat manusia dalam satu tempat.

Pelaksanaan wukuf secara tidak langsung juga bisa membuat jemaah yang beribadah haji untuk makin mengingat kematian dan kehidupan di akhirat.

Wukuf di Padang Arafah bermula sejak siang hari. Oleh karena itu, mengawali ibadah wukuf dengan pelaksanaan salat zuhur dan asar secara bersamaan atau jamak taqdim.

Setelah itu, akan ada seorang imam yang membimbing wukuf, serta seruan-seruan mengenai ibadah dan doa-doa yang harus dipanjatkan selama wukuf.

Sebagai rukun yang utama dan harus dikerjakan, wukuf juga mempunyai sejumlah aturan atau tata cara yang harus dilakukan, bahkan sebelum jemaah haji tiba di padang Arafah. Adapun tata cara pelaksanaan wukuf, sebagai berikut:

  • Wukuf bermula dari perjalanan menuju ke Padang Arafah setelah terbit matahari pada 9 Zulhijah. Selama periode ini, jemaah sambil membaca talbiyah, tahlil, dan takbir.
  • Jemaah kemudian singgah di Namirah atau sebuah bukit di luar tempat wukuf.
  • Jemaah selanjutnya masuk ke area Padang Arafah, tepatnya setelah tergelincirnya matahari.
  • Jemaah yang melaksanakan wukuf harus memantapkan hati sebaik mungkin, kemudian membaca talbiyah sembari menantikan tahapan-tahapan ibadah wukuf.
  • Jemaah melaksanakan salat zuhur dan asar secara jamak taqdim, dilaksanakan berjamaah.
  • Setelah itu, jemaah akan mendengarkan khotbah Arafah. Umumnya, khotbah akan berkaitan dengan makna wukuf, mengenal Allah, amanat Rasulullah, serta tentang khotbah wada, dan sisi-sisi keagamaan lainnya yang membimbing jemaah menuju kemantapan doa dan zikrullah.
  • Tahapan terakhir yaitu berzikir, berdoa, dan membaca Al-Qur’an.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
Konsultasi langsung
Konsultasi Langsung
Assalaamu'alaikum
Terimakasih telah Mengunjungi qifaya.id
SIlahkan Konsultasikan Rencana Perjalanan Anda Kepada Kami