Tatacara Umroh Yang Wajib Diketahui Oleh Setiap Jama’ah Sesuai Tuntunan Baginda Rosululloh

Tatacara Umroh Yang Wajib Diketahui Oleh Setiap Jama’ah Sesuai Tuntunan Baginda Rosululloh – Setiap jama’ah yang akan melaksanakan ibadah haji ataupun umroh harus mengetahui bagaimana tatacara melaksanakan rangkaian ibadah yang terdapat dalam ibadah umroh atau haji yang sesuai dengan tuntunan Rosululloh.

Berikut adalah penjelasan detail mengenai tatacara melaksanakan rangkaian ibadah saat umroh ataupun haji sesuai dengan tuntunan Rosululloh

Berangkat menuju tempat Miqat

Bagi jama’ah yang berangkat menuju kota Makkah dari Madinah maka tempat miqat atau tempat untuk mengambil niat ihrom nya adalah Bir ‘Ali. Sebelum menuju Bir ‘Ali ada beberapa kegiatan yang dapat jama’ah lakukan Ketika masih dihotel.

  • Mandi Ihrom

Jamaa’ah dapat melaksanakan mandi ihrom di hotel tempat menginap. Tatacara mandi ihrom sama dengan mandi janabat / mandi wajib pada umum nya

  • Memotong kuku atau kumis

Sebelum berniat ihrom jama’ah masih boleh memotong kuku, mencukur kumis serta memakai wangi-wangian pada badan (bukan pada pakaian/kain ihrom). Karena jika jama’ah sudah dalam kondisi ihrom maka hal tersebut merupakan larangan

Lokasi Miqat ( Masjid Bir ‘Ali)

Setelah sampai di Bir ‘Ali jama’ah melaksanakan sholat sunnah ihrom 2 rakaat kemudian melafalkan niat ihrom. Niat ihrom yang Rosululloh contohkan adalah “Labbaik Alloohumma ‘Umrotan”

Perjalanan Menuju Mekkah

Setelah melafalkan niat Ihram Jemaah melanjutkan perjalanan menuju Mekkah. Hal­hal yang harus jama’ah lakukan Selma perjalanan sesuai anjuran adalah sebagai berikut;

  • Mengucapka kalimat talbiyah dan berdzikir
  • Menghindari perbuatan – perbuatan yang dapat mengakibatkan terjadinya pelanggaran larangan ihram
  • Berdo’a ketika tiba di gerbang kota Makkah
  • Hendaklah memasuki kota Suci Makkah dengan hati yang khusyu’, dan usahakan untuk tetap membaca talbiyah dan berdoa sepenuh hati

Persiapan Sebelum Thawaf

  • Berwudhu karena syarat sah melaksanakan thawaf adalah harus ada wudhu.
  • Mendahulukan kaki kanan ketika memasuki Masjidil Haram
  • Ketika melihat Ka’bah usahakan untuk berdoa
  • Menuju tempat thawaf dengan bersikap santun, tidak terburu­buru. Jika kondisi penuh dan berdesakan agar bersabar. Jika terdorong orang lain agar memaafkan seraya terus menyadari bahwa dirinya sedang berada pada tempat yang suci dan sedang menjadi tamu Allah,
  • Sebelum memulai thawaf Jemaah harus memastikan dirinya dalam keadaan bersih atau suci dari hadats, serta pakaiannnya suci dari najis dan menutup aurat.

Pelaksanaan Thawaf

  • Niat melaksanakan thowaf
  • Berjalan mengelilingi ka’bah sebanyak 7 putaran
  • Mengawali Langkah thowaf mulai dari sudut hajar aswad seraya melambaikan talam ke arah hajar aswad (Istilam) dan berucap Bismillaahi Alloohu Akbar
  • Selama mengelilingi ka’bah berdoa sesuai kebutuhan atau berdzikir
  • Hitungan satu putaran mulai dari sudut hajar aswad sampai Kembali ke hajar aswad
  • Ketika sedang mengelilingi ka’bah jama’ah akan melewati rukun yamani dan sunnah membaca do’a kebaikan dunia dan akhirat

Sa’i

Setelah Jemaah selesai melaksanakan thawaf rangkaian ibadah umroh selanjutnya adalah sa’i. sa’I memiliki arti berlari kecil antara bukit shofa dan bukit Marwah sebanyak 7 kali yang berawal dari bukit shof dan berakhir di bukit marwah

Tahallul

Tahallul adalah proses terakhir dari seluruh rangkaian ibadah umroh. Dengan bertahallul jama’ah Kembali dapat melakukan aktivitas seperti sediakala seperti mandi menggunakan sabun, memakai wangi-wangian dan lain sebagainya.

inilah penjelasan detail mengenai tatacara umroh sesuai dengan tuntunan Rosululloh

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
Konsultasi langsung
Konsultasi Langsung
Assalaamu'alaikum
Terimakasih telah Mengunjungi qifaya.id
SIlahkan Konsultasikan Rencana Perjalanan Anda Kepada Kami